Kesiap Siagaan Prabowo Atasi Tantangan Global Akibat WW III Dan Arah Menuju Indonesia Pusat Perbendaharaan Dunia
JAKARTA, Indonesia Jurnalis— Prabowo ini sudah tau Al-Mubasyirat Muhammad Qasim Karena program-programnya seperti sedang bersiap untuk menghadapi perang?
PRABOWO Membeli Aluista Militer Jor-joran banyak jet tempur, kapal induk dsb. Swasembada Pangan sudah tercapai di 8 komoditas, swasembada energi, dan Solar sudah tidak impor lagi, tinggal bensin yang sekarang di kejar biar gk impor lagi dengan Membangun pabrik-pabrik minyak dan etanol.
Program MBG, bisa juga nanti menjadi dapur-dapur darurat karna sudah tersebar di setiap wilayah.
Mungkinkah Indonesia ini seperti negara Mesir pd zaman Nabi Yusuf AS. Dimana Mesir Menjadi Pusat Perbendaharaan Global kala negara-negara sekitar alami krisis pangan yang parah mereka ke Mesir yang sudah mempersiapkan “Kantong Pangan” berkat Al-Mubasyirat yang dialami Nabi Yusuf, Allahu a’lam.
Yang pasti Pesan Al-Mubasyirat Mimpi Muhammad Qasim tentang peristiwa masa depan satu persatu terjadi. Seperti terwujudnya 3 Benteng Islam diantaranya Aliansi Turki, Pakistan dan Saudi dan penyebutan kakak adik antar India dan Israel
Ya,Langkah masif Presiden Prabowo Subianto memperkuat pertahanan dan memacu swasembada pangan serta energi memicu beragam spekulasi. Di balik kebijakan strategis negara, sebagian publik mengaitkannya dengan fenomena spiritual dan nubuat masa depan.
Langkah politik dan ekonomi yang diambil Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menghadirkan ritme yang presisi sekaligus agresif. Di lini pertahanan, belanja alutsista berjalan tanpa henti: pengadaan jet tempur generasi mutakhir, armada kapal perang utama, hingga wacana penguatan logistik bahari skala besar.
Di saat bersamaan, pergerakan di sektor ketahanan nasional tak kalah masif. Program swasembada pangan bergerak cepat hingga mengamankan komoditas penting, sementara ketergantungan pada impor energi terus ditekan lewat hilirisasi biofuel dan pembangunan kilang etanol secara terintegrasi. Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jaringannya meluas hingga ke pelosok pelosok daerah, oleh sejumlah pengamat pertahanan kerap dipandang memiliki fungsi ganda: tak sekadar pemenuhan gizi, melainkan infrastruktur logistik dan dapur darurat di masa krisis.




