Launching Paguyuban BASUDARA AMAN Sekaligus Dialog Kemerdekaan ke-81 RI

Launching Paguyuban BASUDARA AMAN Sekaligus Dialog Kemerdekaan ke-81 RI
Barisan Persaudaraan Aktivis Muda Kawanua (Foto: Istimewa)

“Saya berharap ada semangat kolaborasi untuk saling menghidupkan. Bagi yang beraktualisasi kedepannya dibidang politik, ajakan saya jadikan politik sebagai alat untuk melayani sesama bukan saling membinasakan (humanizing politics),” lanjutnya.

Narasumber keempat, perwakilan Tenaga Ahli DPD RI, Yokpedi Lette menjelaskan bahwa dirinya merasa bangga bisa hadir bersama kader-kader hebat dari Sulawesi Utara meski sudah meninggalkan Manado selama 10 Tahun.

“Jujur, saya sudah meninggalkan Sulut sudah selama 10 Tahun, namun karena dapat undangan untuk mengisi saya merasa bangga bisa hadir di Launching Basudara AMAN sekaligus Dialog Kemerdekaan ini. Saya juga mengajak kawan-kawan untuk bisa berpartisipasi dalam dialog untuk bagaimana merumuskan RUU Kepulauan, karena hari ini Sulut sebagai salah satu provinsi yanh masuk dalam RUU ini, karena memang DPD hari ini lagi memfokuskan pada rancangan undang-undang kepulauan,” jelas Yokpedi.

Dalam Sambutan Ketua Pelaksana, Riswan Muhammad mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berasal dari kesadaran para aktivis asal Sulut yang berada di Jakarta bagaimana agar bisa bersama dan solid.

“Kakak-kakak senior yang kami banggakan, kegiatan ini secara persiapan sangat singkat, namun kegiatan ini di inisiasi oleh kami dari aktivis muda asal Sulawesi Utara untuk menyatukan semangat bersama di tanah Rantau,” ujar Riswan.

Dirinya juga sangat merasa bangga bisa bersama membangun satu sama lain di tanah perantauan. Menurutnya BASUDARA AMAN lahir atas persaudaraan bersama dan atas komitmen bersama untuk membangun Sulawesi Utara dari Ibu Kota.

Hal yang sama disampaikan oleh Koordinator Nasional, Combyan Lombongbitung menjelaskan bahwa Basudara AMAN lahir atas kesadaran kolektif para aktivis Sulawesi Utara yang sekarang berkiprah di Pimpinan Pusat.

“Basudara AMAN ini hadir dari pembicaraan di warung kopi dengan keresahan yang sama, yaitu kalau orang Sulawesi Utara di jakarta masih sektarian. Maka kami coba rumuskan bagaimana agar kiranya kita dapat satukan pemikiran dan mengimplementasikan falsafah hidup Sitou Timou Tumou Tou,” ungkap Combyan.

Baca Juga  Festival Maulid Nusantara ke-7 Meriah, Gus Midyani: Mari Bersama Memperbaiki Akhlak

Lebih Lanjut, Koordinator Nasional mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk langkah awal kami untuk bisa sama-sama mengembangkan diri di tanah rantau.

“Mereka ini adalah tokoh-tokoh hebat di organisasi mereka masing-masing, dimana mereka adalah pimpinan-pimpinan dari organisasi mereka sewaktu di Daerah, dan kami di Jakarta ini berkumpul disini untuk sama-sama saling membasarkan sebagai ejawantah nilai persaudaraan yaitu Sitou Timou Tumou Tou,” tuturnya.

Dengan menutup kegiatan, Moderator kegiatan yaitu Rahmianti Halim yang juga Demisioner Ketua Umum Pengurus Cabang HMI Tondano Periode 2021-2022 mengatakan bahwa kegiatan BASUDARA AMAN bukan hanya akan selesai disini saja.

“Kegiatan BASUDARA AMAN tidak akan hanya disini saja, namun ruang-ruang Intelektual akan terus di kembangkan terus dengan menegaskan rasa persaudaraan dan saling menopang agar sama-sama berdiri untuk sama-sama membesarkan satu sama lainnya, sebagai bentuk implementasi dari Falsafah Hidup yang di junjung yaitu Sitou Timou Tumou Tou,” tutupnya.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *