Rangkaian TEMUNAS IV akan mempertemukan pengalaman tersebut dalam empat sarasehan: kedaulatan pangan dan ekonomi rumah tangga, pengetahuan Perempuan Adat dan kedaulatan wilayah adat, resiliensi menghadapi kekerasan berbasis gender, serta hak kolektif Perempuan Adat dalam tata kelola pemerintahan Masyarakat Adat. Dialog Publik juga akan membahas kepemimpinan Perempuan Adat dalam mendorong perubahan.
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi PEREMPUAN AMAN, TEMUNAS IV menjadi ruang bagi anggota untuk merefleksikan perjalanan organisasi dan menentukan arah perjuangan bersama. Forum ini juga akan merumuskan resolusi, mengukuhkan Dewan Nasional, serta memilih Ketua Umum untuk
periode berikutnya. Melalui proses tersebut, PEREMPUAN AMAN ingin memperkuat posisi Perempuan Adat sebagai pemegang hak yang turut menentukan keputusan atas kehidupan dan wilayahnya.
“Selama ini Perempuan Adat masih dilihat sebagai objek, belum sebagai subjek pemegang hak. Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah masih sebatas aktivitas dan belum menguatkan ruang politik Perempuan Adat. Bagi kami, kerja domestik yang kerap dianggap kelemahan justru harus menjadi landasan kekuatan untuk membangun partisipasi. Namun, partisipasi saja tidak cukup bagi kami,” kata Devi Anggraini, Ketua Umum PEREMPUAN AMAN.




