HUKUM  

Poltekpel Banten Diduga Sarat Pungli, KPK Segera Turun Tangan dan Tangkap Oknum Direktur dan PPK

Poltekpel Banten Diduga Sarat Pungli, KPK Segera Turun Tangan dan Tangkap Oknum Direktur dan PPK
Poltekpel Banten Diduga Sarat Pungli, KPK Segera Turun Tangan dan Tangkap Oknum Direktur dan PPK
Poltekpel Banten Diduga Sarat Pungli, di harapkan KPK Segera turun tangan dan tangkap Oknum Direktur dan PPK serta pelaku di lapangan yang terlibat dalam praktik ini. Berdasarkan penelusuran beberapa media dan LSM di Jakarta dan Banten, ditemukan dugaan kuat adanya pungli yang merambah berbagai aspek. Mulai dari kegiatan Zoom Meeting perkuliahan, tes masuk ke Poltekpel, hingga peluang kenaikan tingkat.

Banten, Indonesia jurnalis.com – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan pejabat tinggi di institusi tersebut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan segera turun tangan untuk menyelidiki dan menangkap oknum direktur, PPK, serta pelaku di lapangan yang terlibat dalam praktik ini.

Poltekpel Banten merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan. Secara harfiah, institusi ini dikenal memiliki sistem pendidikan yang baik dan profesional. Namun, dalam praktiknya, banyak penyimpangan yang terjadi, tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan penelusuran beberapa media dan LSM di Jakarta dan Banten, ditemukan dugaan kuat adanya pungli yang merambah berbagai aspek. Mulai dari kegiatan Zoom Meeting perkuliahan, tes masuk ke Poltekpel  hingga peluang kenaikan tingkat dan pekerjaan pasca lulus, semua ditengarai telah direkayasa asalkan ada pembayaran sebesar Rp 2,5 juta hingga Rp 10 juta.

Koordinasi pungli ini disebut-sebut melibatkan oknum siswa/taruna bernama Alf, serta oknum lain bernama SN dan DN  yang bertindak atas perintah atasan SML di Palembang.

Secara matematis, setiap bulan mereka bisa meraup miliaran rupiah dari praktik pungli ini.

Lembaga ini seharusnya menjadi sarana pendidikan yang baik, bukan tempat praktik korupsi.

(Tim Investigasi Indonesia jurnalis)

Team Redaksi

IMG 20240612 150626

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

" Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini "