“Langkah-langkah ini kami ambil untuk memitigasi risiko kerusakan aset sekaligus memastikan keberlangsungan operasional perusahaan ke depan,” ujar Kahar.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, PT Andira Agro Tbk tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Hingga 31 Desember 2025, penjualan bersih perseroan meningkat 25,26 persen, dari Rp196,74 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp246,43 miliar.
Selain itu, upaya efisiensi mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Rugi bruto berhasil ditekan dari Rp11,96 miliar pada 2024 menjadi Rp3,5 miliar pada 2025. Sementara itu, rugi usaha juga mengalami perbaikan sebesar 20,70 persen, dari Rp34,70 miliar menjadi Rp27,52 miliar.
Melalui RUPS dan Public Expose ini, manajemen optimistis dapat terus memperbaiki kinerja perusahaan di tengah tantangan global, dengan tetap fokus pada efisiensi operasional dan penguatan infrastruktur perkebunan.
(Redaksi)




