Selain produksi material bangunan, Lapas Kelas I Tangerang juga mengembangkan berbagai pelatihan keterampilan lain, seperti pertanian dan budidaya sayuran, serta peningkatan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Ke depan, pihak Lapas berencana memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai instansi serta mitra eksternal, khususnya dalam mendukung pemasaran produk hasil karya warga binaan dan menjaga keberlanjutan program pembinaan.
Audiensi tersebut mendapat respons positif dari para awak media yang hadir. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung dan mempublikasikan berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Kelas I Tangerang sebagai bagian dari upaya mendorong sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.
Salah satu pemilik media online dan cetak, Edy Riyadi, mengapresiasi langkah Kalapas dalam menghadirkan program pembinaan yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.
“Kami para awak media yang hadir sangat mendukung program Lapas Kelas I Tangerang. Kami siap membantu mempromosikan hasil karya warga binaan, baik melalui media maupun jaringan yang kami miliki,” ujar Edy.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi yang terus dibangun, Lapas Kelas I Tangerang berupaya menjalankan fungsi pemasyarakatan secara optimal, tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan agar warga binaan siap berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.**
(Editor NK)



