Hasanuddin, Ketua YFHC, turut menekankan pentingnya pemahaman bahasa isyarat oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang setara adalah kunci untuk membuka lebih banyak peluang bagi Teman Tuli. “Bahasa isyarat bukan hanya alat komunikasi, tapi pintu menuju kehidupan sosial dan pendidikan yang adil,” jelasnya.
GERBANG BISA rencananya akan mulai berjalan dari Tanjung Palas Utara sebagai wilayah percontohan. Kegiatan meliputi kampanye publik, pelatihan bahasa isyarat bagi siswa dan tenaga pendidik, penyusunan modul, hingga produksi video edukasi. Tutor YFHC akan turun langsung ke sekolah untuk memastikan program berjalan efektif.
Agus Prayitno, Provincial Manager INOVASI Kaltara, mengapresiasi program ini sebagai langkah besar bagi pendidikan inklusif di daerah. Ia menyebut bahwa investasi pada pendidikan inklusif dapat berbuah pada peningkatan produktivitas ekonomi dalam jangka panjang.
“Ini lebih dari sekadar pelatihan bahasa isyarat. Ini adalah gerakan membentuk SDM unggul yang berdaya saing,” ungkapnya.
Kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan pelaku usaha, dipercaya menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Dengan GERBANG BISA, Kabupaten Bulungan terus menegaskan visinya: membangun daerah yang ramah, adil, dan terbuka untuk semua, tanpa kecuali.




