Menurutnya, masa depan Maluku Utara tidak cukup dibangun hanya dengan kebanggaan terhadap sejarah masa lalu dan potensi kekayaan alam. Daerah ini membutuhkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta memiliki keberanian untuk bersaing di tingkat global.
“Jika dahulu para pelaut dari Maluku dan Nusantara berani mengarungi lautan untuk membangun hubungan perdagangan dengan dunia luar, maka saat ini generasi muda Maluku Utara harus berani menjangkau dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak putra-putri Maluku Utara yang menjadi profesor, insinyur, dokter, serta pemimpin perusahaan besar dengan pengalaman pendidikan internasional. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia dan masyarakat dunia.
Menutup sambutannya, Askan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan webinar, khususnya perwakilan pendidikan dan kebudayaan Indonesia di Australia.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari gerakan bersama untuk memperluas akses pendidikan global bagi generasi muda Maluku Utara.
“Dari sejarah maritim yang menghubungkan kita, mari kita bangun masa depan melalui pendidikan,” tuturnya sebelum secara resmi membuka kegiatan webinar.
KBRI Australia Paparkan Sistem Pendidikan dan Beasiswa
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Yulia Rahmawati, M.Sc., Ph.D., yang bertugas di bidang pendidikan dan kebudayaan pada perwakilan diplomatik Indonesia di Australia, menjelaskan berbagai peluang pendidikan tinggi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa Indonesia.
Ia membagikan pengalamannya menempuh pendidikan magister dan doktoral di Curtin University, Australia, melalui beasiswa. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Maluku Utara untuk berani melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Yulia menjelaskan bahwa Australia memiliki sistem pendidikan tinggi dengan standar akademik yang baik, didukung pengembangan penelitian, inovasi, serta metode pembelajaran yang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Menurutnya, pengalaman belajar di Australia tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jaringan internasional dan memperluas prospek karier.
Ia juga menjelaskan sejumlah program kerja sama pendidikan Indonesia-Australia, termasuk peluang pertukaran mahasiswa, program gelar bersama, gelar ganda, serta berbagai program yang mempertemukan mahasiswa dan institusi pendidikan kedua negara.
Dalam paparannya, Yulia turut menyoroti pentingnya informasi beasiswa bagi calon mahasiswa. Persaingan untuk memperoleh beasiswa memang cukup ketat, tetapi peluang tetap terbuka bagi mereka yang mempersiapkan diri dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Selain itu, peserta diajak mengenal berbagai pilihan perguruan tinggi, jenjang pendidikan, lingkungan akademik, kehidupan mahasiswa, serta proses adaptasi budaya di Australia.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai persiapan studi, pilihan program pendidikan, dan peluang memperoleh dukungan pembiayaan.
Webinar Study in Australia ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan pendidikan antara Maluku Utara dan Australia sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berdaya saing global, berpengetahuan luas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah serta Indonesia.*
(Redaksi)




