Lebih lanjut, Agus menilai bahwa The Beatles bukan sekadar musik, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan musik dunia.
“Sejak kecil saya tumbuh di lingkungan keluarga yang menyukai The Beatles. Musik mereka bukan hanya sekadar musik, tetapi sudah menjadi lifestyle dan budaya. Bahkan ada mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang membuat skripsi mengenai The Beatles dan saya menjadi salah satu narasumbernya. The Beatles menjadi barometer bagi musisi dunia. Pengaruhnya ada pada reggae, jazz, hingga dasar-dasar musik progresif dan heavy metal. Karena itu musik lama seperti ini harus kita abadikan dan lestarikan,” tuturnya.
Sementara itu, Herman Jambak, Dewan Pendiri IBC, menyampaikan optimismenya bahwa karya-karya The Beatles tetap mampu diterima oleh generasi muda saat ini.
“Musik lama tidak menutup kemungkinan disukai anak-anak milenial sekarang. Contohnya keponakan saya yang masih kelas 2 SMP suka memainkan lagu-lagu The Beatles, bahkan anak saya yang masih kelas 2 SD menjadikan lagu The Beatles sebagai salah satu lagu favoritnya,” kata Herman.
Herman juga menjelaskan struktur organisasi IBC yang terus diperkuat untuk mendukung pengembangan komunitas di berbagai daerah.
“Karena kita organisasi tingkat nasional, di bawah pusat akan ada struktur tingkat provinsi yang kita sebut chapter. Pimpinan chapter disebut gubernur yang bertugas mengoordinasikan komunitas-komunitas lokal di setiap kabupaten dan kota. Dengan struktur ini kami berharap IBC bisa semakin besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, IBC memiliki cita-cita untuk menjadi mitra komunitas internasional penggemar The Beatles dan memperluas jaringan komunitas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin IBC terus berkembang dan menjadi komunitas yang semakin besar. Saat ini chapter sudah mulai tersebar di berbagai wilayah Pulau Jawa. Memang sempat mengalami masa vakum hampir satu dekade, sehingga perkembangannya agak terhambat. Namun sekarang kami berupaya membangunnya kembali agar lebih kuat dan menjangkau lebih banyak Beatlemania di seluruh Indonesia,” pungkas Herman.
Melalui penyelenggaraan Imagine Beatles Nite serta pembentukan chapter baru di Banten dan Tangerang, IBC berharap semangat kebersamaan para penggemar The Beatles terus terjaga sekaligus memperluas kecintaan generasi muda terhadap karya-karya musik legendaris yang telah menginspirasi dunia selama puluhan tahun.*
(Report ls)




