Sebagai pihak yang ditunjuk Kemkominfo PANDI memiliki hak monopoli sebagai registry. Artinya hanya PANDI yang berhak menyelenggarakan pendaftaran nama domain id beserta semua turunannya.
Akibatnya terciptalah moral hazard karena wewenang PANDI seperti diatas Pemerintah dalam hal pengelolaan domain Indonesia. Termasuk dalam hal harga langganan domain yg bisa ditentukan sesuka suka mereka. Tentu hal ini sangat merugikan masyarakat pemilik domain.
Pengelola PANDI menganggap bahwa tata kelola domain menjadi milik PANDI, bahkan @kemkominfo seolah olah menjadi subordinat yang harus tunduk pada mereka. Termasuk ketika mereka terus menerus menaikkan harga domain seenak udel mereka.
Selain itu PANDI ini secara keuangan juga tidak transparan karena di audit oleh auditor internal dan kantor akuntan publik yang mereka tunjuk sendiri. Ini seperti mengaudit diri sendiri.
PT IdBD sahamnya dimiliki oleh para pengelola PANDI. Jika PT IdBD mengakuisisi 2/3 saham anak perusahaan PANDI (PT ADG) – dengan model penyetoran modal yang ditengarai fiktif – maka mayoritas saham PT ADG akan dimiliki secara pribadi oleh para pengelola PANDI. Bancakan
Info terbaru PANDI ini sudah masuk dalam radar @KejaksaanRI dan pihak @kemkominfo sudah diberi informasi tentang praktek praktek menyimpang yang terjadi di sana. Kita tunggu saja apakah akan berlanjut menjadi kasus hukum atau tidak? Kita tunggu saja kinerja Kejagung RI.
Siapakah John Sihar Simanjuntak ini? Dia adalah mantan Vice President PT Mora Telematika Indonesia yg direkturnya (Galumbang Menak) dipenjara karena kasus korupsi BTS 4G di @kemkominfo
Yang agak mengherankan mengapa @kemkominfo selama ini seperti acuh padahal praktek praktek yang sekarang terjadi di PANDI itu tidak lepas akibat wewenang yang diberikan pada mereka dalam keputusan menteri? Apakah karena selama ini PANDI jadi tempat parkir para pensiunan Kemkominfo ? Ini harus ada peraturan baru yang melarang pensiunan untuk ikut dalam program kegiatan apapun juga di kementerian. Apakah indikasi seperti ini ada di semua kementerian?..**
(Sumber @partaisocmed)
(Editor Nukholis)




