“Perjuangan Muhammad Salim penuh tantangan. Saat ini kami masih mengandalkan pembiayaan mandiri untuk persiapan,” ujarnya.
Ia berharap adanya dukungan lebih luas dari berbagai pihak agar persiapan atlet dapat berjalan maksimal dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.
Usai mengikuti kejuaraan di Bangladesh, Muhammad Salim juga dijadwalkan menjalani training camp di Tashkent, Uzbekistan, selama kurang lebih satu bulan. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding.
Muhammad Salim dikenal sebagai pribadi disiplin dengan semangat juang tinggi. Ia mampu menyeimbangkan perannya sebagai santri, aparatur negara, dan atlet berprestasi. Menurutnya, santri harus mampu menunjukkan prestasi tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di berbagai sektor lain, termasuk olahraga.
Keberhasilan yang diraih Muhammad Salim diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi bangsa di tingkat global*
(Edo)




