2. Independensi: Menjaga jarak yang sama dari segala bentuk kepentingan demi tercapainya objektivitas.
3. Kemanusiaan: Mengedepankan empati dan penghormatan mendalam terhadap hak asasi manusia dalam setiap narasi yang disajikan.
4. Transparansi: Keterbukaan terhadap setiap koreksi dan kesediaan aktif menyediakan ruang hak jawab bagi publik.
5. Inovasi Beretika: Mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai alat pendukung efisiensi, namun tanpa pernah menggantikan proses verifikasi dan intuisi kritis manusia.
Lebih lanjut, Edy mengajak organisasi pers untuk lebih proaktif dalam membina integritas para jurnalis. Beliau menekankan bahwa martabat jurnalistik adalah aset paling berharga yang tidak boleh terkikis oleh gelombang hoaks atau praktik informasi yang tidak berimbang.
“Sekali kepercayaan publik runtuh, maka runtuh pula pilar keempat demokrasi kita. Pers harus tetap menjadi penjaga gawang informasi (gatekeeper) yang terpercaya bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya, menyiratkan betapa vitalnya peran pers dalam menjaga fondasi demokrasi bangsa.(red)




