Selain itu, Amran juga menegaskan tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi pihak tertentu dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, seluruh perusahaan akan diperlakukan sama tanpa melihat kedekatan dengan pejabat ataupun pihak tertentu.
Pemerintah juga menerapkan sistem evaluasi berkala terhadap seluruh penyedia benih. Perusahaan yang menunjukkan kinerja baik akan diprioritaskan pada program berikutnya, sedangkan perusahaan yang tidak memenuhi standar akan dicoret dari daftar mitra pemerintah.
“Tahun depan ditentukan oleh kinerja tahun ini. Yang bekerja baik akan kami beri kesempatan lebih besar. Yang tidak baik, kami blacklist,” tegasnya.
Sementara itu, usai kegiatan, Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perkebunan, Ebi Rulianti, menjelaskan bahwa program penyediaan benih perkebunan merupakan salah satu program strategis pemerintah dengan nilai anggaran yang sangat besar.
“Kegiatan hari ini adalah hilirisasi penyediaan benih. Ini bukan anggaran yang sedikit, untuk tujuh komoditas, yaitu kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, lada, dan jambu mete. Pak Menteri menginginkan para produsen bekerja tidak main-main. Ini program Presiden, jangan sekali lagi main-main dan harus sesuai. Tadi juga sudah diberikan dashboard yang bisa dicek langsung oleh Pak Menteri dan KPK. Jadi pemerintah memberikan pekerjaan dan harus ada timbal balik yang baik untuk pemerintah,” ujar Ebi Rulianti.
Dalam kegiatan tersebut, Ebi Rulianti bersama para penyedia produksi benih komoditas kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, lada, dan jambu mete menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, transparansi, serta kualitas benih yang disalurkan kepada petani.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh 198 produsen benih perkebunan dari berbagai daerah yang terlibat dalam program penyediaan benih nasional. Pemerintah berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas secara profesional agar program peningkatan produktivitas perkebunan nasional berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para petani di seluruh Indonesia.*
(Report ls)




