SAB: Intelektual Organik dan Harapan Pergerakan Sulawesi Utara

SAB: Intelektual Organik dan Harapan Nahdliyin Sulawesi Utara.
Sahrir Albar Bafagih

Kiprah Sahrir meluas hingga ke sektor strategis. Di dunia korporasi, ia dipercaya sebagai Direktur PT Cipta Pusaka Utama dan Komisaris PT Lima Daya Sentosa. Pengalaman manajerial ini kemudian ia sinkronkan dengan visi pemberdayaan umat melalui peran sebagai Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) serta menjabat Ketua HPN Sulawesi Utara.

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ungkapnya mengutip hadis populer. Visi ekonominya jelas: membawa pengusaha santri naik kelas agar mampu menjadi tangan yang memberi, bukan sekadar menerima. Ia ingin membuktikan bahwa kemandirian ekonomi umat adalah kunci untuk menjaga martabat bangsa.

Ketertarikannya pada perubahan sosial akhirnya membawa Sahrir ke panggung politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai Caleg DPRD Kota Manado dari Dapil 3 (Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan). Di wilayah pesisir ini, ia membawa semangat perubahan yang telah ia pupuk sejak di PMII, Ansor, hingga kursi pimpinan perusahaan.

Kini di usia 51 tahun, Sahrir Albar Bafagih terus membuktikan bahwa integritas seorang pengusaha, ketegasan seorang komandan Banser, dan visi seorang aktivis bisa berjalan beriringan.

Baginya, setiap jabatan baik di organisasi pergerakan maupun perusahaan adalah alat untuk menebar manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Di usianya yang setengah abad, langkah Sahrir belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Ia masih terus berlari, membawa satu napas perjuangan yang tak pernah putus.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Baca Juga  Rupiah Melemah, Saatnya Semua Waspada, Rupiah Menembus Angka Rp17.300 Per Dolar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *